China Panen Data Pemilih 220 Juta Warga AS Sejak 2020
Gedung Putih menyatakan Beijing mengambil nama, alamat, nomor telepon, dan afiliasi partai dari daftar pemilih di delapan belas negara bagian.
- 220 juta catatan pemilih diambil, mencakup nama, alamat rumah, nomor telepon, dan afiliasi partai.
- Data ditarik dari daftar pemilih di 18 negara bagian mulai dari siklus pemilu 2020.
- Gedung Putih mengunggah klaim tersebut di halaman Integritas Pemilu tertanggal 17 Juli 2026.
Mengapa ini penting: Nama, telepon, dan afiliasi partai mengubah daftar pemilih yang dicuri menjadi daftar target yang siap pakai.
White House, Election Integrity page (whitehouse.gov/election-integrity) ↗ · 17 Jul 202617/7/26 · ✓ Terverifikasi✓