Gedung Putih Klaim China Curi 220 Juta Data Pemilih AS
Gubernur Louisiana Jeff Landry menyampaikan klaim saat acara keamanan pemilihan Trump bersama Direktur CIA John Ratcliffe.
- Landry mengatakan data yang dicuri berisi nama pemilih, alamat rumah, dan nomor telepon.
- Ratcliffe mengatakan China pengaruhi 2020, menyimpang dari penilaian intelijen Januari 2021.
- Acara itu membuka dokumen terklasifikasi dan mengajukan SAVE America Act.
Mengapa ini penting: Angka yang tak teraudit menjadi kebenaran resmi ketika podium mengulanginya cukup sering.
The White House (Trump election-security address, July 16, 2026) ↗ · 20 Jul 202620/7/26 · ✓ Terverifikasi✓